Ingin Bangun Rumah?Yuk Pelajari Cara Menggunakan Dinding Roster Sebagai Pagar Rumah!

Ingin Bangun Rumah?Yuk Pelajari Cara Menggunakan Dinding Roster Sebagai Pagar Rumah!

Dalam Bangun Rumah , banyak hal yang perlu diperhatikan salah satunya adalah dinding roster, sehingga kontraktor rumah maupun kontraktor bangunan diharuskan mengetahui dan memahami bagaimana cara membuat dinding roster untuk pagar rumah anda.

Apa, sih, roster? Biasanya kita melihat roster di rumah-rumah tropis zaman dulu. Letaknya di atas pintu atau jendela. Fungsinya sebagai lubang angin. Bentuknya macam-macam, kotak, persegi, segi enam, dan sebagainya.

Nah, seiring berjalannya waktu, fungsi roster pun berkembang. Sekarang si lubang angin bisa juga mempercantik wajah rumah, sebagai pengganti pagar. Kini Anda dapat menemukan dinding roster sebagai pengganti pagar rumah.

Pada umumnya dinding roster dibuat berukuran panjang 6,5 m dengan tinggi 1,5 m, sedangkan dinding samping berukuran panjang 2,2 m. Tetapi sekarang tergantung dengan kebutuhan si pemilik rumah ingin disamakan dengan pagar atau tidak. Roster bisa juga dibuat menyiku ke samping biar bagian teras samping juga tertutup.

Roster pada umumnya berukuran 20 cm x 20 cm. Roster punya bobot yang relatif berat, 4,5 kg. Meski demikian, tak perlu cemas. Roster tetap bisa ditumpuk dengan aman. Supaya menarik buat dengan susunan selang-seling. Untuk merekatkan antara satu roster dengan yang lain, cukup gunakan semen.

Biasanya konstruksinya tidak menggunakan tiang atau balok. Dinding ini hanya bertumpu pada sloof yang mengikat fondasi di dalam tanah. Sloof-lah yang bertanggung jawab untuk menerima dan menyalurkan beban roster ke fondasi.

“Roster hanya sebagai material pengisi dinding yang tidak menerima beban berat. Maka itu, konstruksinya tak perlu rumit. Selain perekat semen, penguatnya cukup tambahkan pelat besi,” kata tim arsitek Sub Studio yang merancang dinding rooster itu.

Pelat besi setebal 4 mm disekrup pada bagian atas roster. Fungsinya membuat rooster bertambah kaku. Jadi, kalau terdorong angin atau tersenggol badan orang, dinding roster ini tak akan ambruk.

Biasanya kita melihat penggunaan rooster di rumah-rumah tropis jadul. Dulu, fungsinya ialah sebagai lubang angin atau ventilasi.

Nah, seiring berjalannya waktu, fungsi rooster pun berkembang. Sekarang si lubang angin tersebut bisa juga mempercantik wajah rumah, semisal pengganti pagar.

Pada umumnya dinding rooster dibuat berukuran panjang 6,5 m dengan tinggi 1,5 m, sedangkan dinding samping berukuran panjang 2,2 m. Tetapi tergantung pada kebutuhan si pemilik rumah, ingin disamakan dengan pagar ataukah tidak.

Rooster pada umumnya berukuran 20 cm x 20 cm dan memiliki bobot yang relatif berat, yakni 4,5 kg. Supaya menarik, buatlah dengan susunan selang-seling. Kemudian, untuk merekatkan antara satu dengan yang lain, cukup gunakan semen.

Biasanya konstruksinya tidak menggunakan tiang atau balok, dinding ini hanya bertumpu pada sloof yang mengikat fondasi di dalam tanah. Sloof- lah yang bertanggung jawab untuk menerima dan menyalurkan beban rooster ke fondasi. (Wit)

Anda bisa menggunakan jasa renovasi rumah atau jasa bangun rumah untuk membantu anda dalam mendirikan rumah idaman.

Dinding rooster biasanya dapat kita lihat di rumah-rumah tropis zaman dulu. Biasanya dinding rooster diletakkan di atas pintu atau jendela. Bentuk dari dinding rooster juga bermacam-macam, seperti kotak, persegi, segi enam, dan sebagainya.

Fungsi utama dari rooster adalah sebagai lubang dinding untuk menciptakan sistem sirkulasi udara yang lebih maksimal dalam ruangan. Seiring berjalannya waktu, fungsi rooster kini kian berkembang. Selain sebagai lubang angin, rooster bisa digunakan untuk mempercantik rumah agar tampilan ruang lebih menarik dan juga sebagai pengganti pagar. Oleh sebab itu, biasanya rooster dibuat dengan desain secantik mungkin.

Rooster dibuat dari berbagai macam bahan, seperti beton, semen dan pasir yang dipadatkan, keramik, batako, dan tanah liat. Rooster yang terbuat dari batako memiliki kualitas yang lebih bagus dan kuat, tetapi jika dilihat dari tampilannya, kurang menarik dibandingkan dengan rooster dari tanah liat. Namun, harganya memang lebih murah dan irit. Untuk rooster tanah liat, tampilannya lebih cantik, tetapi kurang begitu kuat dibandingkan dengan rooster batako.

Motif rooster juga kini semakin beragam, seperti motif kotak, motif bulat, dan motif bunga; tinggal dipilih sesuai selera saja. Motif yang menarik membuat rooster dapat dijadikan sebagai ornamen artistik pada rumah.

Pada umumnya, rooster memiliki ukuran 20 cm x 20 cm dengan bobot yang relatif berat yaitu 4,5 kg. Walaupun terlihat berat, rooster tetap dapat ditumpuk dengan aman. Agar tampilannya lebih menarik, dapat disusun secara selang-seling dan direkatkan menggunakan semen. Selain perekat semen, rooster hanya perlu dikuatkan menggunakan tambahan pelat besi. Pelat besi setebal 4 mm dapat disekrup pada bagian atas rooster. Fungsinya adalah untuk membuat rooster bertambah kaku dan tidak mudah roboh apabila terdorong angin atau tersenggol.

Konstruksi rooster biasanya tidak menggunakan tiang maupun balok. Dinding rooster hanya bertumpu pada sloof yang mengikat pondasi di dalam tanah. Sloof yang bertanggung jawab untuk menerima dan menyalurkan beban rooster ke fondasi.

KELEBIHAN DINDING ROSTER

  • Udara dalam ruangan menjadi sejuk karena dapat tersirkulasi dengan baik
  • Cahaya matahari dari luar dapat masuk ke dalam ruangan dengan maksimal
  • Motifnya yang menarik membuat rooster dapat dijadikan sebagai unsur dekorasi
  • Rumah akan memiliki dinding yang dapat juga berfungsi sebagai ventilasi udara
  • Rooster dapat diaplikasikan pada berbagai jenis bangunan, mulai dari perkantoran, rumah ibadah hingga bangunan residensial.

KEKURAGAN DIDNDING ROOSTER

  • Kurang bisa menjaga privasi penghuni rumah karena permukaannya yang bolong-bolong
  • Harus memperhatikan intesitas cahaya matahari yang masuk karena lubang yang cukup banyak. Apabila berhadapan secara langsung dengan arah datangnya sinar matahari, dapat membuat ruangan kurang nyaman karena silau atau panas.
  • Kurang begitu kuat menahan beban sehingga tidak dapat dijadikan dinding utama
  • Pemasangannya harus hati-hati karena rooster tidak mempunyai sistem penguncian di antara susunannya
  • Jika dipasang di luar dapat membawa debu dari luar yang terbawa angin ke dalam rumah

JENIS-JENIS ROOSTER

Penamaan dari rooster di pasaran didasarkan pada material pembuat rooster. Jadi, nama rooster pun beragam, seperti rooster kayu, rooster keramik, rooster terakota atau bata, rooster batu alam, rooster beton, rooster GRC, rooster besi, rooster kuningan dan masih banyak lagi yang lainnya.

Selain rooster yang umum kita kenal, ada pula yang dinamakan sebagai rooster jalusi atau rooster nako, yaitu rooster yang memiliki sirip dengan sudut kemiringan tertentu sehingga percikan air hujan tidak bisa masuk ke dalam ruangan tanpa mengurangi fungsi rooster jalusi sebagai ventilasi ruangan. Kebanyakan rooster jalusi diaplikasikan pada bangunan gudang atau pabrik. Rooster ini terbuat dari material beton sehingga disebut jalusi beton.

TIPS DAN TRIK MEMASANG ROOSTER

Untuk memasang rooster diperlukan sedikit pengetahuan khusus. Berikut adalah beberapa tips dan trik untuk memasang dan mendesain ruangan dengan aksesoris rooster:

  • Pastikan dinding yang akan dipasang rooster mendukung dari segi estetika keindahan

Untuk memasang rooster pada rumah tentunya harus tetap memperhatikan estetika keindahan serta keharmonisan di dalam pemasangannya. Jadi, perlu dipastikan ruangan yang akan dipasang rooster akan menambah keindahannya, bukan malah sebaliknya.

  • Pilih ukuran besar kecilnya rooster sesuai dengan kebutuhan ruangan

Setiap ukuran rooster memiliki fungsi dan perannya masing-masing untuk estetika keindahan ruangan. Pastikan untuk membuat harmonisasi di dalam pemasangan rooster untuk ruangan.

  • Bedakan ukuran penggunaan rooster untuk desain interior dan eksterior rumah

Rooster yang dipasang untuk keindahan luar ruangan biasanya bertekstur kasar dan semi halus. Sedangkan untuk keindahan pemasangan rooster di dalam ruangan idealnya menggunakan rooster dengan motif tekstur yang halus.

PILIH DESAIN YANG PALING SESUAI DENGAN TEMA DAN DESAIN RUMAH

Cara memasang rooster mungkin akan berbeda-beda dengan tema rumah yang berbeda-beda pula. Intinya adalah beda desain akan berbeda pula cara pemasangannya, beda jenis dan tipe rumah akan berbeda pula di dalam cara memasang rooster untuk keindahan rumah.

Untuk membantu konstruksi dan renovasi rumah impian anda, RIB Design siap memenuhi ekspektasi anda akan kualitas dan spesifikasi yang anda harapkan. Yuk bangun rumah dan renovasi bersama RIB Design, silahkan hubungi contact center 021-22743373 , (Call/WA) 085711458285 / (Call/SMS) 081370727875 atau sampaikan keinginan anda disini.

Share This Article:

Be the first to comment “Ingin Bangun Rumah?Yuk Pelajari Cara Menggunakan Dinding Roster Sebagai Pagar Rumah!”